Sabtu, 28 Januari 2012

aku Jawa, bukan Cina


“mbak boleh Tanya?”


“iya boleh”


“mbaknya cina to”
Pertanyaan seperti itu sering kali muncul saat aku puya teman baru. Engga cuma sekali dua kali, tapi berkali-kali, engga laki-laki tapi juga perempuan. Bukan hanya teman-teman baruku, tapi teman-teman adek ku juga sering bertanya soal itu.
Mata yang sedikit sipit, postur tubuh yang ngga tinggi-tinggi banget dan kulit yang engga putih tapi bukan juga coklat seperti layaknya kulit orang Indonesia, kulit ku memang kuning yang sering kali di identik’an dengan kulit orang cina. Mata yang engga besar dan engga terlalu sipit juga menambah ciri orang china kepadaku.
Pernah suatu waktu ibuku bercerita tentang kejadian di masa lampau tentang identitasku. Seperti inilah kira-kira percakapanya
Orang lewat          : buk mau Tanya boleh engga?
Ibu              : boleh ada cik?(kebetulan orang itu cina)
Orang lewat          : tapi maap lhu ya buk
Ibu              : iya ada apa cik, kenapa pakai map
Orang lewat          : ibu suaminya cina ya?
Ibu              : lhu lha kenapa memang?
Orang lewat          : itu anaknya kok kayak cina, putih banget (kebetulan saat itu yang sedang berada digendongannya adalah aku)
Ibu              : (dengan ekpresi serius) iya cik, suami saya cina
Sumpah rasanya tu kayak pengen bunuh tu orang pake mulut buaya lhu. Bukannya aku ngga suka dibilang mirip orang china. Aku orang Jawa asli, lahir dari keluarga yang berasal dari Klaten dan Pracimantoro. Aku bukan cina, aku Jawa.
Pertama kali aku dibilang seperti itu aku nangis, aku jelasin ke mereka dengan susah apayah kalau aku Jawa asli. Rumah ku memang terletak di tengah-tengah orang cina, temen main ku pun waktu kecil juga memang orang cina. Tapi aku bukan aku cina.
Setelah sering mendapat pertanyaan seperti itu, aku jadi pasarah saat orang bertanya seperti itu lagi kepada saya. Dengan hanya membalas pertanyaan seperti itu dengan senyuman manis. Lama-kelamaan aku malah suka kalau aku disebut cina.

2 komentar:

  1. cerpennya bagus,...

    aku jg pernah beberapa kali di kira keturunan tionghoa, tp aku malah seneng" aja ya.. org tionghoa kan terkenal ulet dn pantang menyerah..

    mengenai anggapan negatif tent warga tionghoa,.. kembali ke diri masing".. bny kok warga tionghoa yg jawa banget..

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus