“mbak
boleh Tanya?”
“iya
boleh”
“mbaknya
cina to”
Pertanyaan
seperti itu sering kali muncul saat aku puya teman baru. Engga cuma sekali dua
kali, tapi berkali-kali, engga laki-laki tapi juga perempuan. Bukan hanya
teman-teman baruku, tapi teman-teman adek ku juga sering bertanya soal itu.
Mata
yang sedikit sipit, postur tubuh yang ngga tinggi-tinggi banget dan kulit yang
engga putih tapi bukan juga coklat seperti layaknya kulit orang Indonesia,
kulit ku memang kuning yang sering kali di identik’an dengan kulit orang cina. Mata
yang engga besar dan engga terlalu sipit juga menambah ciri orang china
kepadaku.
Pernah
suatu waktu ibuku bercerita tentang kejadian di masa lampau tentang identitasku.
Seperti inilah kira-kira percakapanya
Orang
lewat : buk mau Tanya boleh
engga?
Ibu : boleh ada cik?(kebetulan orang
itu cina)
Orang
lewat : tapi maap lhu ya buk
Ibu : iya ada apa cik, kenapa pakai
map
Orang
lewat : ibu suaminya cina ya?
Ibu : lhu lha kenapa memang?
Orang
lewat : itu anaknya kok kayak
cina, putih banget (kebetulan saat itu yang sedang berada digendongannya adalah
aku)
Ibu : (dengan ekpresi serius) iya cik,
suami saya cina
Sumpah
rasanya tu kayak pengen bunuh tu orang pake mulut buaya lhu. Bukannya aku ngga
suka dibilang mirip orang china. Aku orang Jawa asli, lahir dari keluarga yang
berasal dari Klaten dan Pracimantoro. Aku bukan cina, aku Jawa.
Pertama
kali aku dibilang seperti itu aku nangis, aku jelasin ke mereka dengan susah
apayah kalau aku Jawa asli. Rumah ku memang terletak di tengah-tengah orang
cina, temen main ku pun waktu kecil juga memang orang cina. Tapi aku bukan aku
cina.
Setelah
sering mendapat pertanyaan seperti itu, aku jadi pasarah saat orang bertanya
seperti itu lagi kepada saya. Dengan hanya membalas pertanyaan seperti itu
dengan senyuman manis. Lama-kelamaan aku malah suka kalau aku disebut cina.
cerpennya bagus,...
BalasHapusaku jg pernah beberapa kali di kira keturunan tionghoa, tp aku malah seneng" aja ya.. org tionghoa kan terkenal ulet dn pantang menyerah..
mengenai anggapan negatif tent warga tionghoa,.. kembali ke diri masing".. bny kok warga tionghoa yg jawa banget..
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus