Minggu, 26 Februari 2012

random2


Kebiasaan aneh ku adalah ketika aku mendapatkan beberapa kata saat aku sedang tidak melakukan apapun, satu hal yang selalu aku lakukan adalah menyimpan kata-kat itu di hp ku dan mendiamkannya disana.
Di random1 dan rondom2 ada beberapa simpanan di hp saya. Check this out.
25 Februari 2012
Ketika kau sedang membutuhkan pertolongan, namun tak seorang pun mau menolongmu keluar dari masalah mu. Itu adalah sebuah bencana besar yang datang tiba-tiba dan tanpa tujuan yang pasti.
Saat kau butuh pundak seseorang untuk sekedar bersandar dan menceritakan segala keluh kesah mu, namun tak seorang pun mau memberikannya untukmu. Itu seperti bola besar yang tiba-tiba jatuh tepat di otakmu dan membuat mu sekarat.
Ketika kau ingin meluapkan dan berteriak kencang, namun tak seorang pun sudi untuk  mendengarmu. Satu hal yang harus kau lakukan adalah jatuhkan diri mu dari gedung berlantai lima belas didepan mereka.
Ketika kau hanya ingin meminta saran atas  apa yang terjadi, namun tak seorang pun mau berbagi sarannya. Satu hal yang benar-benar harus dilakukan adalah lari menjauh dan mencari tempat dimana kau tak menemukan siapapun disana.
10 Februari 2012
Perasaan yang terlalu dalam kini sudah mulai membunuh ku perlahan-lahan. Pelan, namun tepat di bagian vital kehidupan ku. Tak banyak yang bisa aku lakukan. Aku hanya bisa memandanginya. Aku hanya bisa memikirkan dan membayangkan hal-hala gila yang semua hanya imajinasi ku.

random1

26 Februari 2012
Aku bukan siapa-siapa, aku sadar aku tidak sehebat kamu. Aku sadar aku tidak sekeren kayak kamu. Aku tidak seterkenal kamu. Aku juga tidak setampan kamu. Aku tidak punya harta yang melimpah ruah seperti yang kamu miliki. Aku tidak punya teman-teman yang hebat seperti yang kamu miliki.
Tapi bukan seperti itu cara untuk memperlakukan ku sebagai wanita. Aku juga punya hak untuk hidup, jangan asal ngomong seenak mu sendiri. Aku punya harga diri yang tinggi. sepertinya orang tua mu tidak pernah mengajrkan mu bagaimana untuk bersikap kepada wanita. Bukan seperti itu untuk menghina aku.
25 Februari 2012
Aku punya kedua mata yang aku gunakan untuk melihat sisi baik dan buruk kehidupan, sehingga aku tidak akan pernah jatuh ke lubang yang salah.
Aku punya dua kaki yang aku gunakan untuk melangkah kedepan, bukan untuk mundur balik lagi ke masa lalu.
Aku punya dua tangan, aku gunakan untuk meraih kedua tangan orang tua untuk bersama ku meraih cita-citaku, sehingga mereka tau betapa aku sangat mencintai mereka.
Aku punya satu hati yang terdiri atas empat bagian, satu bagian untuk orang tua ku, satu bagian untuk agama ku, satu bagian untuk cita-cita ku dan satu bagian terakhir untuk aku isi cinta ku kepadamu.
24 Februari 2012
Suatu saat aku yang akan bersandar dibahumu dan hanya aku yang akan mendengar detak jantungmu bukan wanita yang lain.
Suatu saat hanya aku yang akan menyiapkan segala kebutuhan sehari-hari mu bukan wanita yang lain yang akan melakukannya untukmu.
Suatu saat hanya aku yang akan menjadi orang pertama yang akan mengusap air mata mu saat kau sedih dan hanya aku yang akan mengeringkan keringat mu saat aku lelah, bukan wanita lain.
Suatu saat hanya aku yang akan menjadi teman setia mu saat kau sedih, bahagia dan hal itu akan berakhir hanya pada saat maut yang memisahkan kita.
Tak akan pernah ada wanita lain yang bisa merebut mu dari dekap tangan ku.
20 Februari 2012
Aku bukan sebuah permen karet. Diambil, dikunyah secara kasar saat masih keras. Di buat mainan saat sudah lembut. Dibuang saat sudah tak berasa lagi, bukan dibuang di tempat yang benar melainkan di tempat sampah. Bahkan setelah dibuang akan menjadi barang yang menjijikkan.

!!!!!

Ibu, aku ngga bisa berbuat banyak buat bisa nyenengin panjenengan. Satu hal yang hanya bisa saya lakukan adalah aku mencoba untuk berbuat seperti apa yang ibu harapkan.
Doakan saya bu’. Saya lagi berusaha membuat ibu selalu senyum. Doakan anakmu bu’. Doa restumu berati banget buat nguatin saya. Semoga saya bisa masuk dan kerja disana.

Sabtu, 25 Februari 2012

!!!!!


Dan keputusan yang aku buat hari ini sangat luar biasa sekali.
Pertama, aku memutuskan untuk mencoba apa yang ibu ku ingginkan sejak dulu. Dengan rasa percaya diri yang tinggi dan harapan yang ibu panjatkan disetiap doanya aku mengambil keputusan ini. Keputusan yang semoga menjadi jalan dimana aku bisa membahagiakan beliau. Aku memutuskan untuk mencoba mendaftarkan diri ku menjadi apa yang ibu pengenkan. Sejak pagi aku memulai merangkai kata-kata, menyusunnya menjadi sebuah surat lamaran kerja, dan hal itu baru selesai sore tadi. Lalu aku lanjutkan dengan merangkai kata-kata untuk menyusun curiculum vitae ku. Parah banget, baru pertama kali ngerasain buat cv dan surat lamaran kerja. Dan penerapan pelajaran bahas indonesia dari sd sampai sma baru aku lakukan sekarang.
Dan ketika saya sibuk didepan komputer, ternyata ibu berada di belakang saya dan membaca semua apa yang saya lakukan sejak pagi. Ketika aku mendapatinya sedang mengamati apa yang aku lakukan, beliau tersenyum lebar. Ya tuhan, ibu aku sayang sampeyan, aku lagi berusaha. Doakan saya ya.
Kedua, cv yang aku buat untuk ngelamar jadi presenter ternyata berguna juga untuk melamar acara nya TRANS 7. Mereka bakal buat acara di solo, dan ini kesempatan saya untuk gabung bersama mereka. Akhirnya email foto dan cv ku kirimkan ke email mereka. Berharap aku bakal kepilih jadi panitia.
Engga ngerti kenapa, kok rasanya kayak bener-bener ada jalan buat nyenengin ibu. Tiba-tiba datang gitu aja. Semoga aku bisa buat beliau senyum. AMIINN

harapan ibu


Ada kalimat yang dikatakan ibu buat saya siang ini. Isinya kayak gini:
“nduk, mbok kowe nglamar dadi presenter ning TATV, mumpung enek lowongan. Etung-etung golek pengalaman”
Aku yang baru saja pulang dari kampus langsung shock seketika mendengar kalimat itu. bukan hanya sekali ibu bilang kayak gitu ke saya. Berkali-kali sejak aku mulai duduk di bangku kuliah, harapan agar aku jadi presenter itu selalu didendangkannya berkali-kali.
Entah dapat ide dari mana, sampai beliau pengen sekali aku bisa kerja jadi presenter. Beliau juga bilang lagi. Intinya seperti ini:
“ning TATV sek wae ra popo, nek ning TRANS TV kowe durung iso”
Tau ngga rasanya hati ku saat itu, pengen tak ambil trus tak tusuk pakai golok waktu itu juga. Engga habis pikir kenapa pikiran ibu saya itu seperti itu. Beliau berpikiran kalau presenter itu bakalanenak kerjanya, isinya cuma seneng-seneng, cuma jalan-jalan, cuma makan-makan. Beliau ngga pernah ngerti susahnya buat ngomong didepan orang banyak. Intinya siang itu beliau pengen aku ngirim lamaran buat ambil kerjaan itu.
Memang bener lagi ada lowongan buat jadi presenter di salah satu stasiun tv lokal di kota ku. Batas pengiriman lamaran dan cv paling lambat akhir bulan ini. Tepat aku pas ulang tahun. What should I do?
Aku bener-bener ngga punya basic di bakat itu. aku nol di bidang itu. Aku tu bukan apa-apa. Kayak ngebelah gunung tau ngga sih waktu ada orang yang sayang sama kamu pengen jadi orang yang di pengenin dan sesuai harapan. Susah banget dilakukan, butuh tenaga dan biaya yang banyak buat ngebelah tu gunung.
Bener-bener butuh pendapat dari banyak orang yang aku percaya buat hal yang satu ini. Aku ngerti ini bukan main-main, harapan dari seorang ibu pengen anaknya jadi orang berguna. Ada kesempatan didepan mata, malah akunya ngga mungkin bisa ngewujudin.
Oh my God, what should I do? Harus aku ambil atau aku tinggalin dengan konsekuensi bakalan ngebunuh harapan ibu. Aku bener-bener pengen yang namanya ngebahagian ibu ku, aku pengen dia senyum pas liat aku sukses. Aku pengen dia masih hidup waktu aku bisa sukses, sehingga dia bisa ngerasain jerih payah ku.
Tolong Nowul ya Allah.