Minggu, 26 Februari 2012

random1

26 Februari 2012
Aku bukan siapa-siapa, aku sadar aku tidak sehebat kamu. Aku sadar aku tidak sekeren kayak kamu. Aku tidak seterkenal kamu. Aku juga tidak setampan kamu. Aku tidak punya harta yang melimpah ruah seperti yang kamu miliki. Aku tidak punya teman-teman yang hebat seperti yang kamu miliki.
Tapi bukan seperti itu cara untuk memperlakukan ku sebagai wanita. Aku juga punya hak untuk hidup, jangan asal ngomong seenak mu sendiri. Aku punya harga diri yang tinggi. sepertinya orang tua mu tidak pernah mengajrkan mu bagaimana untuk bersikap kepada wanita. Bukan seperti itu untuk menghina aku.
25 Februari 2012
Aku punya kedua mata yang aku gunakan untuk melihat sisi baik dan buruk kehidupan, sehingga aku tidak akan pernah jatuh ke lubang yang salah.
Aku punya dua kaki yang aku gunakan untuk melangkah kedepan, bukan untuk mundur balik lagi ke masa lalu.
Aku punya dua tangan, aku gunakan untuk meraih kedua tangan orang tua untuk bersama ku meraih cita-citaku, sehingga mereka tau betapa aku sangat mencintai mereka.
Aku punya satu hati yang terdiri atas empat bagian, satu bagian untuk orang tua ku, satu bagian untuk agama ku, satu bagian untuk cita-cita ku dan satu bagian terakhir untuk aku isi cinta ku kepadamu.
24 Februari 2012
Suatu saat aku yang akan bersandar dibahumu dan hanya aku yang akan mendengar detak jantungmu bukan wanita yang lain.
Suatu saat hanya aku yang akan menyiapkan segala kebutuhan sehari-hari mu bukan wanita yang lain yang akan melakukannya untukmu.
Suatu saat hanya aku yang akan menjadi orang pertama yang akan mengusap air mata mu saat kau sedih dan hanya aku yang akan mengeringkan keringat mu saat aku lelah, bukan wanita lain.
Suatu saat hanya aku yang akan menjadi teman setia mu saat kau sedih, bahagia dan hal itu akan berakhir hanya pada saat maut yang memisahkan kita.
Tak akan pernah ada wanita lain yang bisa merebut mu dari dekap tangan ku.
20 Februari 2012
Aku bukan sebuah permen karet. Diambil, dikunyah secara kasar saat masih keras. Di buat mainan saat sudah lembut. Dibuang saat sudah tak berasa lagi, bukan dibuang di tempat yang benar melainkan di tempat sampah. Bahkan setelah dibuang akan menjadi barang yang menjijikkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar