Sabtu, 28 Januari 2012

takdir atau pilihan


Banyak orang yang sekarang menggantikan kata single menjadi jomblo, entah darimana kata itu berasal, apakah itu juga terdapat di kamus besar bahasa Indonesia atau hanya buatan anak-anak gaul jaman sekarang. Ahh bodo amat dah darimana asalnya, yang menjadi perhatianku sekarang itu cuma jomblo itu pilihan ataukah takdir.
Jomblo itu sebenarnya bukan takdir kok, jomblo itu sebuah konsekuensi yang harus kita dapat dari sebuah tindakan masa lalu yang mengakibatkan predikat itu masuk dan menaungi pikiran dan jiwa raga kita. Kenapa juga konsekuensi? Ya iyalah konsekuensi yang harus kita terima di masa lampau. Masa lampau ? sebelum kita menjadi jomblo kan kita pasti punya sebuah hubungan antara wanita dengan pria, entah hubungan itu pacaran, tunangan ataupun menikah. Ngga peduli berapa lama hubungan itu berlangsung, jika sudah terucap kata “putus dan berakhir” maka predikat sebagai jomblo akan kita dapat.
Konsekuensi dari ulah kita sendiri ataupun ulah pasangan kita yang mengakibatkan terjadi pertengkaran hebat antara kita dengan pasangan kita layaknya perang dunia keempat telah di mulai. Apakah kita atau dia selingkuh, apakah dia tidak bisa menerima keadaan kita, apakah memang sudah ngga ada greget untuk meneruskan hubungan yang sudah dijalin lama, banyak hal yang menjadi faktor dan alasan untuk memutuskan sebuah hubungan.
Jadi jomblo itu ngga enak. Biasanya ada yang sms atau telpon kita buat ngingiten kita sesuatu. Ada yang ngajak kita buat keluar sekedar jalan-jalan, belanja, nonton ataupun cuma makan. Ada yang jadi sasaran kita buat marah-marah. Ada seseorang yang nenangin kita saat kita sedang merasa bahwa kita ngga berguna. Ada yang bisa kita pamerkan kedepan teman-teman kita. Ada yang ngasih kejutan-kejutan kecil buat kita. Ada yang cium kening kita saat kita sedang sedih, bahkan memberikan pundaknya untuk kita sekedar untuk menumpahkan air mata di bajunya. Ada seseorang yang setia nungguin kabar dari kita. Tiba-tiba semua itu hilang dalam sekejap. Rasanya tu kayak kita udah ditarik nyawanya oleh malaikat pencabut nyawa.
Konsekuensi dari ulah kita yang membuat kita akan mendapatkan predikat jomblo di depan nama kita. Jadi, jaga sikap kita, jaga pasangan kita. Jomblo itu sebuah pilihan bukan takdir, kalau ada yang bilang jomblo itu takdir salah banget. Salah tu orang kenapa dia ngga berusaha untuk melepaskan status itu.


awal blog ini berdiri

Sudah ada beberapa tulisan yang aku posting di blog ini, tapi tak ada satupun yang menyebutkan  dan menceritakan tentang blog ini sendiri.

Awalnya dari hanya sekedar iseng menulis sesuatu, karena banyak unek-unek dan keisengan di dalam otak saya. Aku memang tidak punya teman untuk mencurahkan semua unek-unek dan perasaan yang ada dihati, trauma dari masa lampau tentang seseorang yang ngga bertanggung jawab yang telah membuat saya menjadi tidak percaya dengan seseorang untuk urusan curhat seperti itu. Alasan itu yang membuat saya tertarik dengan dunia menulis, karena ngga bakal bocor semua rahasia ku ke depan publik.

Hari itu, 10 januari 2012 aku memutuskan untuk menuliskan segala sesuatu yang ada di otak ku, dan mencoba untuk mencari tanggapan dari beberapa teman. Banyak kritikan dan tanggapan yang mereka berikan kepadaku, hal itu membuat saya terpacu untuk lebih membuat tulisan ku itu agar bagus untuk dibaca. Aku mulai menulis banyak hal dan banyak tanggapan yang mereka berikan kepada ku juga. Salah satu teman ku nyletuk kepadaku “kenapa ngga buat blog aja, daripada diemail kayak gini”. Blarrr otak ku berfikir keras, muter-muter ngga jelas antara bimbang, setuju, gelisah dan sebagainya. Dan seketika itu pikiran sempit saya memutuskan untuk membuat sebuah blog yang nanti akan aku isi dengan tulisan-tulisan ku.

Butuh dan makan banyak waktu untuk membuat sebuah blog yang aku beri judul Cerita si Penguin kecil, kenapa juga ngga pake nama yang lain. Alasannya simple banget, aku sudah sejak lama menyukai hewan yang hanya bisa hidup di kutub itu. Tubuh mungil dan gendutnya yang ditumbuhi bulu-bulu lembut itu membuat saya jatuh hati dengannya. Cara berjalannya yang membuat saya tertawa terbahak-bahak melihatnya lah yang membuat saya memutuskan untuk memakai nama penguin di blog ini. Bahkan aku sempat berfikiran untuk membuat peternakan penguin di kutub sana (#goblok banget).

Dengan nama Cerita si penguin kecil, aku harap cerita-cerita diblog ini bakal buat orang-orang yang membaca tulisan ku merasakan sensasi yang berbeda. Sensasi yang diberikan penguin kecil saat dia sedang memamerkan kelucuannya di depan orang-orang.semoga kalian suka dengan tulisan-tulisan ku. Terima kasih 

Jumat, 27 Januari 2012

tomboy oh tomboy

Aku, Retno Wulandari lahir pada tanggal 29 Februari 1992. Dari sejak kecil sudah mendapati bahwa aku dilahirkan pada keluarga yang ngga subur dengan anak perempuan. Aku punya tiga orang kakak dan satu adik yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Dari sanalah aku memulai kebimbangan apakah aku laki-laki atau seorang perempuan. Aku memang terlahir sebagai seorang perempuan, di akta kelahiran dan ktp ku pun tertulis seperti itu. tapi kenapa tingkah laku dan sifat saya tidak mencerminkan aku sebagai seorang perempuan.

Sejak saya lahir dan akhirnya besar saya banyak mendapat teladan bagaimana menjadi laki-laki yang baik dari kakak-kakak saya. Dari cara berpenampilan maupun berperilaku. Ngga ragu saat semua anak-anak dari ibu dan bapakku berantem, aku ikut andil bagian di dalam nya. Pukulan, jambakan, gigitan sudah umum saya lakukan kepada saudara ku itu.

Pada waktu kecil saya masih belum sadar kalau saya bimbang pada jenis kelamin saya, namun sejak smp dan sma bahkan kuliah menjadi tomboy itu adalah sebuah pilihan yang indah bagiku. Say no buat rok, say no buat ngerawat diri sendiri. Bahkan ketika teman-teman perempuan saya berpidato mengenai make-up yang mereka pakai, aku cukup membicarakan tentang bola.

Aku adalah anak perempuan satu-satunya yang dimiliki bapak dan ibu, jadi alhasil mereka menginginkanku menjadi seorang perempuan sejati. Baju-baju wanita selalu mereka beli untukku. Tapi aku ngga suka, jadi perempuan itu ribet, harus menjadi seorang berbeda tiap kali berhadapan dengan orang lain. Tomboy itu enak, ngga perlu make-up, ke salon, pake baju ketat.

Tapi sejak saya bertemu seseorang di kuliah saya, saya baru menyadari bahwa setomboy apapun kita, kita harus dan kudu tetap menjaga penampilan tubuh kita.

Kamis, 26 Januari 2012

lingkaran oh lingkaran


Sebagai seorang guru les, kita sebaiknya dan diwajibkan untuk mengerti semua materi yang anak kita akan tanyakan kepada kita. Tapi untuk kali ini, saya benar-benar menyerah. Beberapa hari ini anak didik saya belajar tentang pelajaran matematika, tepatnya lingkaran. Dia bertanya tentang bermacam-macam hal kepada saya, termasuk pr yang diberikan guru matematikanya kepada dia. BLARR, seketika keringat langsung bercucuran membasahi wajah saya yang disinari lampu belajar milik anak didik saya. Bolak-balik buku yang dia punya, ngorek-ngorek sesuka hati saya. Dan pada akhirnya saya hanya bisa mengerjakan semampu saya. Saat itu yang ada di pikiran saya adalah penting cepet selesai dan pulang ke rumah. Bener-bener kali itu saya terlihat bodoh di depan anak didik saya. “ketok’e ngene dhek” hanya itu yang bisa saya ucapkan kepada dia. Entah kenapa lingkarang yang saya temui kali itu bernar-benar ngga ada di kurikulum yang pernah saya dapatkan waktu masih mengenyam pendidikan di smp dan sma, atau saya yang ngga ngerti plus lupa. Keesokan harinya, saya benar-benar berat melangkahkan kaki ke rumah anak didik saya, sesampai disana dia sudah menunggu dengan pr baru yang masih berhubungan dengan lingkaran. Oh my God, please help me now. Aku iseng bertanya kepada dia “pr’e bener dek”. Dengan indahnya dia membuka buku pr nya dan mengatakan “bener mbak”. Seketika raut wajah saya berubah dari tampang bloon ke tampang sombong. Sumpah yang namanya lingkaran itu ngga gampang untuk dipelajari.

Rabu, 25 Januari 2012

aku sayang babe dan ibu

Pagi ini, 25 januari 2012 ketika aku membuka mata pertama kali setelah tidur lama, hal pertama yang ku pegang adalah handphone. Aku mencoba membuka, dan ternyata ada message dari teman isinyaberita duka cita bahwa ayah dari teman ku pergi dan tidur tenang di alam yang berbeda. Kematian itu memang datng kapanpun, bahkan diumur berapapun. Aku sentak melihat babe dan ibu. Aku ngga pengen mereka pergi, aku pengen mereka tetap disini bersama ku dan menemaniku. Aku belum mau mereka pergi, aku masih ingin melihat senyum tulus dari mereka. Aku masih ingin berada dipelukan mereka. Kasih sayang dan perhatian selalu diberikan setiap hari oleh mereka. Aku masih ingin kecupan sayang mereka. Aku belum memberikan apapun buat mereka. Aku belum bahagiakan mereka, belum sedikitpun aku buat mereka senyum. Aku pengen mereka hadir di pesta pernikahan ku nanti, duduk berdua dengan seragam yang sama. Aku pengen liat mereka menimang anak-anak ku kelak. Babe, ibuk aku sayang kalian, jangan pergi dulu ya, aku butuh kalian ..