Banyak orang
yang sekarang menggantikan kata single menjadi jomblo, entah darimana kata itu
berasal, apakah itu juga terdapat di kamus besar bahasa Indonesia atau hanya
buatan anak-anak gaul jaman sekarang. Ahh bodo amat dah darimana asalnya, yang
menjadi perhatianku sekarang itu cuma jomblo itu pilihan ataukah takdir.
Jomblo itu
sebenarnya bukan takdir kok, jomblo itu sebuah konsekuensi yang harus kita
dapat dari sebuah tindakan masa lalu yang mengakibatkan predikat itu masuk dan
menaungi pikiran dan jiwa raga kita. Kenapa juga konsekuensi? Ya iyalah konsekuensi
yang harus kita terima di masa lampau. Masa lampau ? sebelum kita menjadi
jomblo kan kita pasti punya sebuah hubungan antara wanita dengan pria, entah
hubungan itu pacaran, tunangan ataupun menikah. Ngga peduli berapa lama
hubungan itu berlangsung, jika sudah terucap kata “putus dan berakhir” maka
predikat sebagai jomblo akan kita dapat.
Konsekuensi dari
ulah kita sendiri ataupun ulah pasangan kita yang mengakibatkan terjadi
pertengkaran hebat antara kita dengan pasangan kita layaknya perang dunia
keempat telah di mulai. Apakah kita atau dia selingkuh, apakah dia tidak bisa
menerima keadaan kita, apakah memang sudah ngga ada greget untuk meneruskan
hubungan yang sudah dijalin lama, banyak hal yang menjadi faktor dan alasan
untuk memutuskan sebuah hubungan.
Jadi jomblo itu
ngga enak. Biasanya ada yang sms atau telpon kita buat ngingiten kita sesuatu.
Ada yang ngajak kita buat keluar sekedar jalan-jalan, belanja, nonton ataupun
cuma makan. Ada yang jadi sasaran kita buat marah-marah. Ada seseorang yang
nenangin kita saat kita sedang merasa bahwa kita ngga berguna. Ada yang bisa kita
pamerkan kedepan teman-teman kita. Ada yang ngasih kejutan-kejutan kecil buat
kita. Ada yang cium kening kita saat kita sedang sedih, bahkan memberikan
pundaknya untuk kita sekedar untuk menumpahkan air mata di bajunya. Ada seseorang
yang setia nungguin kabar dari kita. Tiba-tiba semua itu hilang dalam sekejap.
Rasanya tu kayak kita udah ditarik nyawanya oleh malaikat pencabut nyawa.
Konsekuensi dari
ulah kita yang membuat kita akan mendapatkan predikat jomblo di depan nama
kita. Jadi, jaga sikap kita, jaga pasangan kita. Jomblo itu sebuah pilihan
bukan takdir, kalau ada yang bilang jomblo itu takdir salah banget. Salah tu orang
kenapa dia ngga berusaha untuk melepaskan status itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar