Hari ini
bener-bener dibuat kalut sama sistem perkuliahan jurusan saya. Entah siapa yang
mendalangi semua kekisruhan yang terjadi. Ini membuat saya bener-bener tidak
kuasa untuk mengucapkan kata-kata yang sepantasnya orang berpendidikan katakan.
Tapi ini bentuk kekewewaan saya dengan sistem ini.
Teknologi dibuat
untuk membantu menyelesaikan masalah mahasiswa, bukan untuk mempersulit
mahasiswa. Sumpahh bikin orang kesel.
Lagi dan lagi,
angkatan ku menjadi kelinci percobaan sistem kurikulum baru. Tanpa diumumkan
terlebih dahulu, penjurusan yang harusnya ada di semester tujuh, semester lima
sudah kami harus lakukan. Tanpa ada pengumuman dari para dosen yang tercinta,
ataupun ada kabar burung. Keputusan mendadak selama seminggu harus kami tempuh,
untuk menentukan mainstream apa yang akan kami jalani kedepan. Apa-apaan ini,
frustasi tentunya. Setelah perkuliahan dimulai selama seminggu baru ada
penjelasan dari ketua jurusan alasan semua itu. ok, kami terima dengan senang
hati
Sekarang
eksperimen baru dilakukan lagi, makul yang harusnya hanya 18 sks disemester
enam ini harus ditambah 8 sks lagi dari semester empat yang harus diambil. Ini
juga tanpa ada pemberitahuan dari orang-orang atas. Tau-tau kita harus
mendapati fakta seperti itu. Kecewa berat pastinya. Ditambah lagi, jadwal yang
bentrok dengan jurusan masing-masing menmbuat semuanya nampak terasa seperti
sampah yang berserakan di tengah tempat yang rapi. 26 sks harus diambil,
padahal batas yang harus diambil adalah 24 sks. Bagaimana bisa semua ini harus
kita alami.
Pernah ada dosen
yang bilang bahwa semester tujuh harus sudah skripsi, nah kalau caranya kayak
gini, semester delapan baru bisa selesai skripsi. Karena masih ada 2 sks
semester genap yang masih belum diambil di semster enam ini.
Alasan yang jelas dan
pasti tidak nampak dari mereka yang bertanggung jawab. Kami korban dari semua
ini, korban dari percobaan yang mereka lakukan.
Ampuni Nowul ya
Allah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar