Kemarin, 9
Februari 2012, aku dan beberapa teman kampus memtuskan untuk bersenang-senang
tak berguna. Tujuan kami sama, shoping, biasalah cewek semua dan itu sudah
hobby bersama.
Disaat beberapa
dari mereka sibuk menyibak-nyibak baju dan membuatnya berantakan. Memilih mana
yang cocok buat mereka dan tentunya kantong mereka. Aku dan kedua teman ku
sibuk masuk ke toko buku.
Aku mencoba untuk
memusatkan pikiran ku ke deretan buku-buku yang disusun rapi di etalase toko. Banyak
buku-buku yang bagus disana, banyak yang harus dibeli dan dibaca. Aku tertarik
dengan salah satu sudut toko itu yang memajang beberapa novel karangan beberapa
penulis. Aku mencoba membaca salah satu dari karya itu. Yang ada di otak ku kala
itu cuma satu
“kenapa yang lain bisa bikin lebih dari
satu, sedangkan aku engga bisa”.
Sumpah, saat itu
rasanya pengen ngobrak-abrik tu toko. Aku pengen bisa kayak mereka. Pengen bisa
buat sebuah karya yang apik. Pengen punya
buku kayak mereka, pengen buku ku itu dipajang di banyak toko buku di seluruh
kota di Indonesia. Pengen karya ku dibaca oleh orang lain, sehingga akan ada
banyak masukan dari mereka.
Otak ku berpikir
keras bagaimana agar aku bisa jadi kayak mereka. Pengen berdiri di barisan
orang-orang yang disebut penulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar