Wahai pemilik
nyawa ini, apakah akau salah kalau aku menangis waktu ini. Padahal baru kemarin
aku nulis tentang galau, tapi sekarang aku sendiri yang ngalami kegalauan itu. Tuhan
aku nangis juga ada alasannya, bukan hanya sekedar nangis. Kamu tau betapa
besarnya rasa ini kepadanya. Betapa saya sangat merindukannya ketika dia tidak
memberi saya kabar. Rasa sayang saya kedia sudah terlalu besar dan meluap-luap.
Kenapa dia masih saja tidak mengerti apa yang aku rasakan.
Sakit saat
dia bikin saya kecewa. Sakit saat dia tiba-tiba mengingkari sebuah janji. Aku jatuh
Tuhan, jatuh terlalu dalam di perasaan bodoh ini. Harusnya dulu kau tak usah
menuliskan namanya di buku kehidupanku. Aku suka dia, aku sayang dia.
Nangis, aku
nangis lagi. Aku merasakan rasa sakit lagi. Aku tau aku salah, aku bukan
seperti wanita itu. tapi kalau aku suka sama dia ngga boleh ya?
Aku memang
belum kenal dia, tau wujudnya pun belum. Tapi demi apapun aku sayang dia tulus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar