Manusia
ditakdirkan sejak lahir dalam keadaan yang berbeda-beda satu sama lainnya. Mereka
juga punya selera masing-masing untuk urusan makanan, penampilan bahkan musik.
Munafik sekali saat ada yang bilang kalau dia ngga suka sama musik. Mati aja tu
orang.
Daun-daun yang
tertiup angin bisa jadi musik yang indah, deburan ombak di laut lepas juga jadi
musik yang indah untuk didengar. Bahkan kicauan burung liar adalah musik
terindah yang bisa kita dengar.
Tiap orang punya
selera musik yang berbeda-beda. Ada yang mutlak suka rock, ada yang suka
dangdut, ada yang suka traditional music, dan masih banyak yang lainnya. Orang
tu sebenernya ngga mungkin cuma suka aliran music tertentu. Bullshit banget
saat mereka gembar-gembor “gw metal sampai mati”, ataupun “gw jazz ngga mau
yang lain”. Orang-orang kayak gitu tu dimusnahin aja deh, mereka kalau denger
dangdut juga bakalan goyang atau pun malah ikut nyanyiin lagunya.
Seperti orang lain
aku juga punya selera music yang berbeda. Dari sejak kecil aku sudah mulai
dijejeli dengan aliran music yang keras dari ketiga kakak laki-laki ku,
otomatis music dengan aliran keras seperti rock, metal dan lain sebagainya sudah
mendarah daging di diri ku dan ngga asing ditelinga ku, tapi mungkin aku ngga
sekeras yang kakak-kakak ku sukai.
Aku suka Mocca
dari dulu kala, lagu-lagu mereka ngga ada yang aku ngga hafal, semua sudah aku
kuasai. Lirik-lirik yang sederhana, music yang khas membuat ku tertarik dengan
music mereka. Tapi disisi lain, Kotak yang beraliran pop-rock membuat saya
jatuh cinta. Awalnya aku ngga suka dengan band itu, namun setelah salah satu
teman saya bilang kalau saya mirip bassist band itu, aku mulai nyari tau
tentang mereka dan termasuk music mereka. Tiap mereka tampil di layar kaca aku
ngga pernah kelewat untuk liat dan mendengar mereka beraksi. Setiap mereka
datang dan melakukan konser di kotaku aku ngga pernah lewat untuk
menyaksikannya. Sempat aku menjadi bagian salah satu komunitas pecinta band itu
di kotaku. Entah kenapa sampai sebegitunya aku melakukan hal itu, semua diluar
nalar ku.
Walaupun kita
semua berbeda, namun musik bisa membua kita sama.
Pictures taken from google

Tidak ada komentar:
Posting Komentar