Sabtu, 28 Januari 2012

musik


Manusia ditakdirkan sejak lahir dalam keadaan yang berbeda-beda satu sama lainnya. Mereka juga punya selera masing-masing untuk urusan makanan, penampilan bahkan musik. Munafik sekali saat ada yang bilang kalau dia ngga suka sama musik. Mati aja tu orang.
Daun-daun yang tertiup angin bisa jadi musik yang indah, deburan ombak di laut lepas juga jadi musik yang indah untuk didengar. Bahkan kicauan burung liar adalah musik terindah yang bisa kita dengar.
Tiap orang punya selera musik yang berbeda-beda. Ada yang mutlak suka rock, ada yang suka dangdut, ada yang suka traditional music, dan masih banyak yang lainnya. Orang tu sebenernya ngga mungkin cuma suka aliran music tertentu. Bullshit banget saat mereka gembar-gembor “gw metal sampai mati”, ataupun “gw jazz ngga mau yang lain”. Orang-orang kayak gitu tu dimusnahin aja deh, mereka kalau denger dangdut juga bakalan goyang atau pun malah ikut nyanyiin lagunya.
Seperti orang lain aku juga punya selera music yang berbeda. Dari sejak kecil aku sudah mulai dijejeli dengan aliran music yang keras dari ketiga kakak laki-laki ku, otomatis music dengan aliran keras seperti rock, metal dan lain sebagainya sudah mendarah daging di diri ku dan ngga asing ditelinga ku, tapi mungkin aku ngga sekeras yang kakak-kakak ku sukai.
Aku suka Mocca dari dulu kala, lagu-lagu mereka ngga ada yang aku ngga hafal, semua sudah aku kuasai. Lirik-lirik yang sederhana, music yang khas membuat ku tertarik dengan music mereka. Tapi disisi lain, Kotak yang beraliran pop-rock membuat saya jatuh cinta. Awalnya aku ngga suka dengan band itu, namun setelah salah satu teman saya bilang kalau saya mirip bassist band itu, aku mulai nyari tau tentang mereka dan termasuk music mereka. Tiap mereka tampil di layar kaca aku ngga pernah kelewat untuk liat dan mendengar mereka beraksi. Setiap mereka datang dan melakukan konser di kotaku aku ngga pernah lewat untuk menyaksikannya. Sempat aku menjadi bagian salah satu komunitas pecinta band itu di kotaku. Entah kenapa sampai sebegitunya aku melakukan hal itu, semua diluar nalar ku.
Walaupun kita semua berbeda, namun musik bisa membua kita sama.
Pictures taken from google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar