Manusia itu makhluk sosial yang butuh orang lain untuk masuk kedalam hidupnya, untuk membantu satu sama lain, untuk saling menyayangi (menurut pelajaran yang aku dapet dari sejak jaman kelas tiga sd sampai kuliah). Mereka butuh yang lainnya untuk menyalurkan hasrat dan nafsu yang biasanya kita sebut dengan cinta yang sudah tertanam sejak mereka berada di kandungan. Setiap jengkal langkah kita bakal menemui kata-kata cinta. Setiap tarikan nafas kita ada sedikit butiran-butiran halus yang berisi cinta entah darimana datangnya yang masuk kedalam saluran pernafasan kita dan mengendap disana. Manusia punya fase hidup yang complicated. Kadang mereka senang, kadang mereka sedih mendadak. Suatu waktu mereka tertawa terbahak-bahak, namun mereka juga bisa menangis tak terduga. Mereka bisa berada di fase tertinggi dan suatu saat dan tidak terduga bisa berada di fase yang paling terendah. Hal kecil yang membuat semua itu bisa terjadi adalah kata cinta yang saya pikir ngga ada pengertian pasti mengenai kata itu.
Cinta itu ngga mengenal kata usia, keadaan, waktu bahkan jenis kelamin. Cinta itu bisa menyerang di kisaran usia berapapun, orang yang sudah tua pun bakalan bisa kena yang namanya syndrom cinta, bahkan anak kecil yang belum bisa membedakan apakah ini merah atau hitam pun bisa kena syndrome itu. Fakta ini terjadi di depan mata saya berkali-kali, salah satunya anak didik ku yang dengan santainya saling melempar kata-kata tentang pasangan mereka masing-masing, aku hanya bisa terdiam dan mlongo mendengarnya, tak banyak kata yang terucap untuk mengomentari fakta itu. Terbukti cinta itu pelanggar peraturan, dia sering masuk orbit yang salah dan menjebak orang-orang agar masuk didalamnya.
Ada fase dimana setiap orang bakalan merasakan yang namanya sakit hati. Sakit hati itu ada banyak penyebabnya mulai dari gara-gara omongan orang yang belum tentu benar, dikhianati sama teman atau siapapun dan yang paling banyak diminati adalah gara-gara cinta. Sakit hati gara-gara cinta biasa kita sebut dengan patah hati. Patah hati itu bisa datang kapanpun dan dimanapun. Fase ini yang paling banyak membuat seseorang berubah menjadi bukan dirinya. Saat fase patah hati datang, dunia itu bagaikan kiamat bagi orang itu. Dikala pacar atau orang yang kita sayang dengan tiba-tiba mengeluarkan pernyataan yang isinya ngga pernah kita harap diucapkan olehnya serasa langit yang kala itu cerah dan berawan berubah menjadi hitam pekat,sepekat limbah pabrik-pabrik yang dibuang bebas ke aliran sungai-sungai. Tetesan air mata segera mengalir deras mengaliri pori-pori muka kita, dan akhirnya membuat sebuah bendungan di tangan kita. Seketika muncullah malaikat pencabut nyawa dan dia akan berkata kepada kita “ajal mu sudah datang”.
Fase patah hati menyerang baik laki-laki maupun perempuan, tapi perempuan lah yang lebih sering mendramatisir keadaan. Perempuan lebih berfikir menggunakan hati bukan dengan logikanya, berbeda dengan laki-laki yang lebih berfikir menggunakan logika mereka, jadi wajar jika seorang perempuan lebih sering stress gara-gara patah hati. Perempuan akan berubah menjadi monster buruk rupa yang mukanya dipenuhi dengan air mata yang siap melempar dan menyerang dengan cacian dan makian saat seseorang mengganggunya pada saat mereka mengalami fase yang dinamakan patah hati. Seperti saya, saat patah hati menyerang tiba-tiba, menangis adalah hal yang akan saya lakukan pertama kalinya. Ditemani beberapa boneka yang ada di kasur, biasanya saya akan banyak menghabiskan tangisan ku disana selama beberapa hari. Dengan sedikit terisak-isak, aku merangkai kata-kata yang seolah-olah menyesal dengan apa yang sudah diputuskan.
“kenapa kau berbuat seperti itu”
“kenapa harus sekarang kau melakukanya saat aku sudah jatuh dalam “
Akan ada banyak kenapa dalam monoloque saya itu. Dengan sedikit memberi pukulan-pukulan kepada boneka yang aku anggap sebagai seseorang yang telah membuat aku berubah menjadi monster tangis, boneka-boneka itu tidak bersalah dan tidak tau menau apa yang terjadi. Patah hati itu ngga cuma berefek satu atau dua hari, biasanya aku akan menghabiskan sekitar seminggu lebih untuk menghabiskan fase itu. Setelah puas menangis, melempar cacian di dunia maya adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Kata-kata indah aku rangkai untuk menjelek-jelekan laki-laki itu, dari abjad a sampai z akan aku pakai untuk mendukung kegiatan itu. Setelah puas mendedangkan cacian, baru sadar ternyata kegiatan itu membuat semua orang tertarik dengan apa yang sedang aku alami. Mereka bertanya apa yang terjadi dan saya akan menjawab pertanyaan yang muncul dengan jawaban yang seolah-olah menyudutkan pihak pria dan akan datang banyak simpati kepadaku. Dengan seperti itu, patah hati yang aku rasakan akan sedikit terobati. Efek lain dari patah hati adalah badan ku yang akan mekar. Makanan adalah obat paling mujarab bagi saya untuk mengobati patah hati, aku akan banyak menghabiskan makanan pada fase itu dan itu menyebabkan berat badan melonjak seketika.
Fase patah hati itu fase tersulit bagi seorang perempuan untuk menjalaninya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar