Rabu, 22 Februari 2012

perbedaan diantara kita itu indah


Setau aku, Indonesia itu mengakui adanya lima agama: Islam, Kristen, Katholik, Hindu dan Budha. Masing-masing dari kita harus dan kudu punya pilihan sendiri mengenai kepercayaan yang akan kita anut. Terserah mereka mengakui Tuhan yang mana dan dengan nama apa.
Rada sebel saat ada beberapa oknum masyarakat yang menginginkan Indonesia hanya punya satu kepercayaan, mengagung-agungkan kepercayaan mereka. Dan pada akhirnya melakukan segala macam cara agar semua orang mempunyai kepercayaan yang sama, termasuk dengan menyakiti orang lain dan membunuh mati orang yang ngga seiman dengan mereka.
Tuhan kita ngga pernah ngajarin kita untuk menyakiti orang lain. Agama itu ngajarin kita buat saling menyayngi, bukan salaing menyakiti. Inget kat-kata ibu “semua agama itu baik, tergantung orang-orang nya kok”
Di undang-undang dasar negara kita sudah disebutkan dalam suatu pasal bahwa kita bebas untuk memeluk kepercayaan dan keyakinan kita masing-masing. Tapi kenapa masih saja banyak orang yang ngga peduli dengan pasal itu.
Keluarga ku juga berasal dari dua agama, bapak Islam, sedangkan ibu Kristen. Dulu waktu masih muda ibu juga aktivis gereja. Dan semua anak-anaknya bergama Islam. Toh, kita masih hidup damai, bahkan saat ibu berdoa dengan caranya sendiri, aku dan yang lain bisa sholat kok. Ibu juga ngga mempermasalahkan anak-anaknya buat milih agama apa yang dianut. Beliau juga nyuruh saya pakai jilbab, karena beliau tau bahwa itu kewajiban seorang muslimah. Beliau juga ngga lupa buat nyuruh anak-anaknya buat sholat lima waktu.
Hampir 20 tahun aku tumbuh di rumah yang diapit dua gereja, toh aku masih saja mempercayai kepercayaan ku. Aku suka main digereja disebelah rumah, mereka juga  baik-baik saja sama saya. Apa yang salah sih sebenernya dari otak-otak oknum itu? heran saya dengan orang-orang yang tidak menghargai perbedaan seperti itu. ngga usah egois hai kalian. Beda itu indah tau. Banyangin aja kalau ngga ada beda, hidup itu ngga berwarna, cuma kayak gitu-gitu tok, monoton. Saling menghargai itu lebih baik kok.

!!!!


Dua hari ini disibukan dengan aktivitas ngurusi berkas-berkas mau cari beasiswa lagi. Mulai dari formulir, rekening bank, slip gaji orang tua, rekening listrik, kartu keluarga, rekening bank semua itu membuat saya lelah dan sedikit membuat pikiran kacau.
Pikiran saya yang sudah kacau dikacaukan lagi dengan jadwal mengajar yang diubah tidak karuan. Yang dulunya sore hari menjadi malam hari, dan yang dulunya sore hari menjadi malam hari. Ini membuat saya harus sedikit waspada saat pulang di malam hari, maklum daerah itu rawan orang-orang jahat. Dan semua itu membuat saya kalang kabut.
Hari ini semua berkas-berkas beres dimasukkan ke dalam sebuah map dan disusun bersama milik teman-teman lain. Lagi mikir ternyata dari sd sampai kuliah, semua biaya untuk pendidikan dibayar sama beasiswa (bukan semua sih, tapi sebagian). Dari sd, smp, sma, sampai kuliah beasiswa itu selalu ngga pernahhilang. Ngerasa aneh banget gitu rasanya deh.
Tuhan terima kasih atas nikmat yang kau berikan hari ini.

Ada lagu miliknya Maudy Ayunda judulnya “tiba-tiba cinta datang”. Aku mau buat lagu yang judulnya
tiba-tiba cinta hilang saat aku mulai mencintainya

Selasa, 21 Februari 2012

hari ini


Kuliah pertama kali harus mendapat tugas meriview thesis dari angkatan atas, buat dilihat kelebihan dan kekurangan. Walaupun hanya bab 1, tapi ini mulai membuat saya pusing ngga ketulungan. Belum tugas presentasi yang lain. Pak dosen ampuni saya donkk. Baru seminggu lebih 2 hari aja sudah disuruh ngeliat thesis, yang saya pikir belum waktunya saya untuk melihatnya.

Tapi satu hal yang membuat semua itu indah adalah pikiran saya yang mengatakan bahwa membuat sebuah thesis itu mudah sekali. Efek ngelihat pekerjaan anak-anak angkatan atas yang sudah jadi. Tapi kenapa mereka harus berlama-lama ya.

Engga ngerti kenapa saya berfikiran bahwa thesis itu mudah, apa gara-gara saya yang terlalu bersemangat agar bisa cepet lulus denga predikat sangat memuaskan. Tapi semoga benar semua pikiran saya kali ini. 

Semangat hari selasa dengan mereview thesis.



!!!


Hari ini ada sms masuk, bunyinya kayak gini:
J kenapa mbaknyaa., maaf g ngabarin.. hehe..
Pengen rasanya balas itu sms dengan kalimat seperti ini:
“Banyak hal yang aku pengen ceritain ke kamu masnya, aku kangen kamu”
Tapi, siapa aku?
Siapa?
Apa kapasitas ku buat bilang kayak gitu. Aku bener-bener ngga punya sedikitpun kapasitas dan daya buat bilang dengan kalimat seperti itu.
Pengen nyeritain banyak hal yang terjadi beberapa hari ini ke dia. Tapi lagi dan lagi, siapa aku? Teman bukan, sodara bukan, apalagi pacar.
Dan pada akhirnya aku hanya menyimpan sms itu dan memilih untuk tidak membalas sms itu. danjuga lebih memilih untuk menyimpan semua cerita-cerita yang aku pengen ceritain.