Pengen rasanya
balas itu sms dengan kalimat seperti ini:
“Banyak hal yang aku pengen ceritain ke
kamu masnya, aku kangen kamu”
Tapi, siapa aku?
Siapa?
Apa kapasitas ku
buat bilang kayak gitu. Aku bener-bener ngga punya sedikitpun kapasitas dan
daya buat bilang dengan kalimat seperti itu.
Pengen nyeritain
banyak hal yang terjadi beberapa hari ini ke dia. Tapi lagi dan lagi, siapa aku? Teman bukan, sodara bukan,
apalagi pacar.
Dan pada akhirnya
aku hanya menyimpan sms itu dan memilih untuk tidak membalas sms itu. danjuga
lebih memilih untuk menyimpan semua cerita-cerita yang aku pengen ceritain.
Saat itu tengah
malam, kau membawa ku berjalan ke suatu tempat yang indah. Aku berdiri diantara
banyak lilin yang menyala di sebuah pinggir pantai, dimana hanya ada aku dan
kamu disana. Kau berlutut dihadapan ku, membawa mawar putih bunga kesukaan ku dan
boneka penguin untuk ku.
Kau menyatakan
kepadaku bahwa kau ingin aku menjadi pendamping mu sampai nanti maut yang akan
memisahkan kita. Kau berjanji bahwa kita akan saling menjaga satu sama lain,
bahwa kita akan selalu menghadapi kesulitan dan kebahagian bersama.
Tiba-tiba lagu
berjudul Marry You milik Super Junior terputar dan terdengar ditelinga. Kau menyematkan
sebuah cincin di jari ku. Dan kita mengikat janji suci bersama selamanya.
Cuma impian nanti
kelak, jika seseorang melamar ku. J pengennya sih gitu. Tapi tau nanti bagaimana.
Satu hadiah yang
paling berharga dari yang lainnya yang saya pernah dapat dari Allah itu
keluarga saya.
Dari sanalah aku
belajar, mengerti dan memahami bagaimana hidup itu berjalan. Aku belajar
bagaimana cara menghidupi orang-orang yang kita sayang. Aku belajar bagaimana
cara mengatur semua kebutuhan. Bagaimana cara memperlakukan orang-orang yang
kita sayang, bagaimana cara kita untuk membuat orang disekeliling kita
tersenyum. Bagaimana cara untuk menjaga saudara kita agar tetap berada di
samping kita. Bagaimana caranya berbagi dengan orang lain. Bagaimana cara untuk
selalu bersyukur atas apa yang kita dapat. Dari sana aku belajar untuk saling
memberi semangat saat salah satu dari kita terjatuh. Dari sana aku belajar
bagaimana caranya untuk menyeka air mata suami dan anak-anak kita. Dari sana
aku belajar dan memahami hidup. Aku belajar untuk menjadi ibu yang baik untuk
suami dan anak-anak ku kelak. Aku belajar bagaimana susahnya mencari nafkah
untuk keluarga. Aku belajar bagaimana untuk menjadi kakak dan adik yang baik
bagi saudara kita. Aku belajar bagaimana cara memahami hati seseorang. Aku belajar
bagaimana cara untuk saling menghargai satu dengan yang lain. Aku belajar
bagaimana menjadi pendengar dan penasehat yang baik.
Aku banyak
mendapat pelajaran yang paling berharga yang tidak akan pernah usang.Walaupun sikap
ku kadang menjengkelkan, walaupun kadang sikap ku membuat mereka gerah,
walaupun kadang sikap ku membuat mereka menangis. Tapi satu hal yang paling indah
adalah aku mencintai mereka dengan sangat, tanpa paksaan, tulus dari segi
apapun.
Mereka, ya mereka
bapak, ibu dan keempat saudara ku tetap jadi guru yang baik buat aku.
Hari ini
bener-bener bikin saya lemes sesaat. Sejak dari kemarin diare membunuh saya
perlahan. Akibat roti yang di beli ibu, membuat saya harus bolak-balik ke kamar
mandi dan manahan rasa yang menyakitkan.
Kepala berputar
tak karuan juga membuat saya lemas seketika. Hari ini bener-bener menyiksa saya
seketika.
Sempet buka forkom
Bem, eh ada info kalau ada kompetisi nulis artikel soal pendidikan. Pengen ikut,
tapi aku harus nulis apa. saya hanya orang awam. Aku kudu gimana!!!
Rejeki yang
diberikan Allah itu benar-benar luar biasa. Dengan cara tiba-tiba dan
benar-benar datang ketika aku bener-bener sedang membutuhkannya. Kemaren
bener-bener ngga kebayang dapat duit mendadak. Tiba-tiba saja satu juta lebih seratus
ribu rupiah jatuh ditangan saya. Ngga bisa ngomong apa-apa. satu hal yang saya
hanya bisa lakukan adalah tersenyum lebar, setalah paginya mendapat mood yang
berantakan. Kalau bisa digambar saat itu, pasti di sampingku banyak bunga yang
bermekaran.
“ibu, bapak aku bisa beliin sampeyan batik”
Pulang kerumah,
satu hal penting yang langsung saya lakukan adalah mengajak ibu buat sedekah.
Sejak dari dulu sudah pengen memberi sesuatu ke saudara-saudara seiman ku itu
saat aku punya rejeki yang banyak. Mereka harus mendapat bagian dari rejeki
yang aku dapat, walaupun jumlahnya kecil itu hak mereka. Pergilah saya ke panti
asuhan dengan membawa 65 leher ayam bakar buat mereka. Ngga ngerti apakah
mereka akan memakannya atau engga,yang pasti kebahagian ku ngga cuma aku pendam
sendiri. Aku harus membaginya dengan orang lain. Ada perasaan bahagia yang ngga
bisa digambarkan dengan kata-kata.
Tadi pagi, 15
Februari 2012 sempet berdua sama ibu keliling buat beliin dia batik sarimbit
buat ibu sama bapak. Bukan hanya kedua orang tua ku yang menjadi perhatian ku,
kedua saudara ku yang masih tinggal dirumah juga kebayang di pikiran aku. Dari
beberapa hari kemarin adek sudah minta dibeliin kaos, yasudah kedua saudara ini
akhirnya saya belikan kaos. Walaupun dengan harga yang murah, tapi ketika
ngelihat mereka senyum tu suatu kebahagian yang indah.
Satu hal yang aku
kagumi dari saya hari ini. Biasanya kalau aku ngga sarapan, aku bakalan sakit,
tapi hari ini engga, aku sehat, aku masih kuat jalan, aku masih kuat boncengin
ibu. Emosi ku juga stabil. Hal lain adalah aku bener-bener ngga tertarik untuk
membeli sesuatu, padahal ketika ada duit ditangan pasti langsung berubah jadi
barang yang aku pengen. Tapi hari ini engga.
Aku sudah berubah
jadi Nowul yang lain. Terima kasih Allah. Rejekimu membuat orang-orang
disekitar ku tersenyum kepada ku.